KUMPULAN LANDASAN TEORI

Dibawah ini ada bebarapa landasan teori beserta sumbernya didalam rangka penyusunan judul skripsi, insyah Allah akan penulis tambah dilain waktu semoga bermanfaat bagi kita semua


MADRASAH

Madrasah secara etimologi merupakan kata benda berbentuk "isim makan" dari kata "darasa". Dalam bahasa Arab yang berarti tempat duduk untuk belajar atau yang populer dengan sebutan sekolah.[1]


[1]Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999, hlm. 66.
 
AL QUR'AN
 
Secara etimologis, Al-Qur'an adalah bentuk masdar dari kata qa-ra-a (قرأ) sewazan dengan kata fu'lan (فعلان), artinya bacaan, berbicara tentang apa yang tertulis padanya atau melihat dan menelaah. Dalam pengertian ini, kata قرأن  berarti مقرؤ, yaitu isim maf'ul (objek) dari قرأ. Hal ini sesuai dengan Firman Allah  dalam surat al-Qiyamah ayat 18:

Artinya : "Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkanya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaanya".[1]


[1]Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahanya, Toha Putra, Semarang, 1989, hlm.
 
MEMBACA
 
Menurut Tambunan, membaca adalah "mengubah wujud tulisan menjadi wujud lisan, dengan kata lain, membaca adalah mengubah bahasa tulisan menjadi bahasa lisan”.[1]
Menurut Henry Guntur Tarigan “membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta diperunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata–kata/bahasa tulis”.[2]



Kognitif, Afektif Dan Psikomotor.
 
H.M.Arifin bahwa  “di sekolah   dibawah asuhan guru, peserta didik memperoleh pengajaran dan pendidikan. Peserta didik belajar berbagai macam pengetahuan dan keterampilan yang akan dijadikan bekal kehidupannya nanti di masyarakat".[1]


[1]Arifin H.M, Pengantar Ilmu Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1983, him.13. 
 
Guru Aqidah Akhlaq
 
"guru yang mengajarkan berbagai hal yang berhubungan dengan keimanan dan perilaku".[1]


[1]Peter Salim dan Yenni Salim, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka,  Jakarta, 1989, hlm. 288.

Kepribadian 
 
 Menurut Agus Sujanto yang dimaksud kepribadian adalah "kepribadian berasal dari kata personality ( bahasa Inggris) yang berasal dari persona (bahasa Latin) yang berarti kedok atau topeng. Yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku watak pribadi seseorang".[1] 
 
Gordon W.Allport berpendapat kepribadian adalah "organisasi dinamis dalam diri manusia (individu) yang terdiri dari sistem psiko fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik dari individu tersebut terhadap lingkungannya".[2]


[1]Agus Sujanto dan Halem Lubis Taufik Hadi, Psikologi Kepribadian, Bumi Aksara Jakarta, 2001, hlm 10.

[2]Sarlito Wirawan Sanvono, Pengantar Umum Psikologi, Bulan Bintang, Jakarta, 1997, hlm. 88.
 

Pendidikan
 
Pendidikan adalah "proses, di mana potensi-potensi ini (kemampuan, kapasitas)  manusia yang mudah dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan supaya disempurnakan oleh kebiasaan yang baik, oleh alat/media yang disusun sedemikian rupa dan dikelola oleh manusia untuk menolong orang lain atau dirinya sendiri dalam mencapai tujuan yang ditetapkan".[1]


[1]Departemen Agama RI, Filsafat Pendidikan Islam, Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama Islam, IAIN, Jakarta, 1983/1984, hlm. 148-149.

 
Prestasi Belajar
   
Prestasi belajar adalah "hasil yang dicapai murid sesudah ia menjalankan usaha belajar".[1]  
prestasi merupakan "bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai".[2]


[1]Soepartinah Pakasi, Anakdan Perkembangannya, (Jakarta  : Gramedia, 1990), hlm. 52
[2]Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta  : Gramedia, 1984), hlm.162.

Adapun faktor-faktor yang sering mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh peserta didik itu pada umumnya dikarenakan adanya  empat  faktor yaitu :
a. Faktor yang bersumber dari dalam dirinya sendiri
b. Faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah
c. Faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga
d. Faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat".[1]


[1]Oemar Hamalik, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar, (Bandung  : Tarsito, 1983), hlm.112


Pendidikan Agama Islam
a. Pendidikan agama Islam adalah "usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam".[1]
b. Pendidikan agama Islam adalah "usaha-usaha secara sadar untuk menanamkan cita-cita keagamaan yang mempunyai nilai-nilai lebih tinggi daripada pendidikan lainnya karena hal tersebut menyangkut soal iman dan keyakinan".[2]
c. Pendidikan agama Islam adalah "merealisasikan penghambaan kepada Allah dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun secara sosial".[3]
d. Pendidikan agama Islam adalah "usaha berupa bimbingan, asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya sebagai pandangan hidup".[4]


[1]Zuhairini Abdu Gafar dan Slamet Yusuf, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Jakarta  : Usaha Nasional, 1981), hlm. 25.
[2]Muhammad Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan, (Jakarta  : Bulan Bintang, 1985), hlm. 214
[3]Abdurrahman An Nahlawi, Pendidikan Islam Di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, (Jakarta :  Gema Insani Pers, 1996), hlm 117.
[4]Departemen Agama RI, Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, (Jakarta  : Dirjen Binbaga Bahasa, 1984), hlm. 81.
 
dasar pendidikan agama islam

“dasar pendidikan Agama Islam adalah firman Allah SWT dan sunnah Rasulullah”.[1]


[1]Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung  : Al-Ma'arif, 1980), hlm. 41
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 




















 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

















 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar