ukuran prestasi belajar


Kriteria Prestasi Belajar

Prestasi belajar sebagai perolehan siswa setelah menempuh periode pembelajaran tertentu, dapat dikriteriakan menurut tingkat penguasaan materi pembelajaran. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Nasrun Harahap bahwa:
Prestasi belajar dapat dikriteriakan menurut tingkat penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Misalnya dalam proses belajar siswa menguasai materi 80% - 100% dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa sangat tinggi. Apabila dalam proses belajar siswa menguasai materi antara 75%-80% dapat dikatakan prestasi belajar siswa sedang. Jika dalam proses hasil belajar siswa menguasai materi antara 55%-75% dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa rendah. Jika siswa menguasai pembelajaran 31%-54% maka dapat dikatakan bahwa prestasi belajar siswa sangat rendah.10


Berdasarkan kutipan di atas, maka dapat diambil suatu pengertian bahwa prestasi belajar itu identik dengan penggunaan materi pelajaran. Karena hakikat dari nilai perolehan belajar diawali dari kemampuan siswa untuk menjawab soal-soal yang diajukan guru secara tertulis. Dengan demikian tingkat penguasaan materi masing-masing siswa, secara otomatis akan membedakan prestasi belajarnya.
Sedangkan menurut Rachman Natawidjaya dikemukakan bahwa: “Apabila siswa menguasai materi pelajaran di atas 75% dapat dikatakan prestasi belajar siswa tinggi. Apabila penguasaan materi siswa mencapai 60%-75% menunjukkan pada prestasi belajar yang sedang, dan apabila penguasaan materi siswa di bawah 50% menunjukkan prestasi belajar yang rendah”.11
Bertitik tolak dari landasan teori tersebut di atas, dalam kaitannya dengan  penelitian ini, prestasi belajar siswa  dikriteriakan sebagai berikut :
a.       Prestasi belajar tinggi, yaitu perolehan nilai hasil belajar siswa antara 75 ke atas.
b.      Prestasi belajar sedang, yaitu perolehan nilai hasil belajar siswa antara 60-75.
Prestasi belajar rendah, yaitu perolehan nilai hasil belajar 59 ke bawah


10 Nasrun Harahap, Evaluasi Hasil Belajar, Bulan Bintang, Jakarta, 1996, h. 156.
11 Rochman Natawidjaya, Proses Belajar Mengajar, Rajawali, Jakarta, 1998, h. 168.